
Jakarta — PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mencatat pertumbuhan positif dalam layanan kargo selama semester I-2025, terutama didorong oleh lonjakan ekspor impor kendaraan listrik (Battery Electric Vehicle/BEV).
Total arus kargo konsolidasi IPCC hingga Juni 2025 mencapai 52.562 unit, naik 10,9% YoY dibanding periode yang sama tahun lalu.
Data rinci menunjukkan penanganan kargo CBU (Completely Built Up) dan alat berat sebesar 423.952 unit, meningkat 7,79% YoY—dan 28.980 unit (5,42%) di antaranya adalah BEV dari merek seperti BYD, Vinfast, AION, dan Volkswagen.
Kunjungan kapal ke terminal IPCC selama semester I juga mengalami peningkatan, dengan 1.571 kunjungan, tumbuh sekitar 13,9% YoY.Tak hanya volume, kinerja keuangan juga membaik: IPCC mencatat pendapatan tumbuh 15,35% atau Rp 415,55 miliar, serta laba bersih melonjak 41,1% YoY menjadi Rp 113,85 miliar.
Menurut Direktur Operasi & Teknik IPCC, penetrasi kendaraan listrik mendorong optimisme bahwa Indonesia akan semakin menjadi pusat logistik otomotif modern. Kolaborasi dengan automaker dan optimalisasi sistem digital di terminal menjadi pondasi kemajuan IPCC.
